Radioaktivitas - Partikel Alfa


Written on 13 October 2008 – 9:51 am | by Tedy

Dalam tulisan berikut ini saya akan mencoba membahas tentang radioaktivitas. Pertama, kita harus memahami definisi dari radioaktivitas. Radioaktivitas menurut definisi dari Herman Chamber dalam bukunya yang berjudul Health Physics Introduction adalah Transformasi - transformasi inti - inti (nuklir) yang terjadi secara spontan dan menyebabkan terbentuknya unsur - unsur baru. Transformasi ini disertai dari salah satu dari beberapa mekanisme yang berbeda yaitu emisi partikel alfa, emisi partikel beta dan positron serta penangkapan elektron orbital. Masing - masing dari mekanisme yang terjadi mungkin disertai emisi partikel gama namun mungkin juga tidak.

Berbagai cara transformasi radioaktif ditentukan oleh dua faktor yaitu

  1. Ketidakstabilan inti. Yaitu apakah rasio netron terhadap proton terlalu tinggi atau terlalu rendah
  2. Hubungan massa - energi antara inti atom induk (parent nucleus), inti atom anakan (daughter nucleus) serta partikel yang dipancarkan

Pada tulisan saya ini, saya akan membahas salah satu emisi radioaktivitas yaitu emisi pertikel alfa, sedangkan untuk yang lain insya Allah akan dibahas pada tulisan saya yang berikutnya.

Emisi Partikel Alfa

Partikel alfa pada dasarnya terdiri dari 2 proton dan 2 netron atau identik dengan inti helium partikel ini sangat masif dan berenergi tinggi dan dipancarkan dari inti isotop radioaktif yang memiliki rasio netron terhadap proton terlalu rendah.

84210Po —————-> 24He + 82206Pb

Pada contoh tentang peluruhan Polonium diatas dapat kita lihat bahwa rasio netron terhadap proton dari polonium adalah 1.5 : 1 . Namun setelah mengalami peluruhan dengan menembakkan partikel alfa sehingga dihasilkan unsur Pb-82 yang stabil dengan rasio netron terhadap proton 1,51 : 1

Suatu inti yang memancarkan partikel alfa, Terkadang meninggalkan keadaan eksitasi pada inti anakan, yang kemudian menghasilkan emisi sinar gamma untuk mengembalikan inti pada keadaan dasar (stabil). Seperti contoh yang terjadi pada tranformasi inti 226Ra menjadi 222Rn dimana energi partikel alfa sebesar 7.77 MeV dipancarkan sehingga mengghasilkan inti 222Rn yang stabil. dan energi partikel alfa sebesar 4,591 MeV dipancarkan dan meninggalkan keadaan tereksitasi yang kemudian kembali ke keadaan stabil dengan sebelumnya memancarkan sinar gamma sebesar 0.186 MeV.

Yang menjadi misteri menurut Fisika Klasik, partikel alfa tidak memiliki cukup energi untuk keluar dari potensial barier inti. Sejak radius inti dapat diketahui melalui Eksperimen Hamburan Rutherford. dan memungkinkan diketahuinya tinggi potensial barier pada inti atom yang ternyata memiliki energi yang lebih tinggi dari partikel alfa yang mampu diamati dalam eksperimen. Namun Pemecahan atas masalah ini muncul dengan mekanika kuantum bahwa sebuah partikel alfa dapat terlepas dari sumur potensial dengan menerobos melalui quantum mechanical tunneling.

Partikel alfa, karena memiliki muatan listrik dan massa yang relatif besar sehingga menyebabkan partikel ini memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam menembus bahan dan menjadi cepat kehilangan energi di udara. Sehelai kertas tisu bahkan kulit mati tsudah cukup tebal untuk menyerap semua radiasi alfa yang keluar dari bahan - bahan radioaktif.

Ini mengakibatkan radiasi alfa yang berasal dari sumber - sumber di luar tubuh bukan merupakan sebuah bahaya. Namun akan menjadi bahaya jika isotop -isotop pemancar alfa tersebut terendap secara internal (di dalam tubuh) seperti terhirup, tertelan, atau bahkan terserap ke dalam aliran darah. Sehngga tidak ada lagi shielding effect dari lapisan terluar kulit yang mati, dapat menyebabkan radiasi alfa tersebut dihamburkan pada jaringan hidup, sehingga dapat menyebabkan toksin yakni dapat menimbulkan resiko kanker, khususnya setelah diketahui bahwa radiasi alfa dapat menyebabkan kanker paru - paru ketika sumber radiasi alfa tak sengaja terhisap.

Muatan positif dari partikel alfa sangat berguna dalam industri. Misalnya, radium-226 dapat digunakan untuk pengobatan kanker, yakni dengan memasukkan jumlah kecil radium ke daerah yang terkena tumor. Polonium-210 berfungsi sebagai alat static eliminator dari paper mills di pabrik kertas dan industri lainnya. Beberapa Detektor asap memanfaatkan emisi alfa dari americium-241untuk membantu menghasilkan arus listri sehingga mampu membunyikan alarm saat kebakaran.

Tags: , , , , , , ,

Sekilas Tentang Radiasi (Pembuka)


Written on 24 September 2008 – 10:32 pm | by Tedy

Apa yang pertama melintas di pikiran anda ketika mendengar istilah radiasi? Pasti yang terbayangkan pertama kali adalah sesuatu yang mengerikan seperti penyakit kanker, kerusakan genetis, atau bahkan kemandulan. Anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun anggapan demikian juga bisa dikatakan sebagai anggapan yang menyesatkan. Kenapa? Karena seperti yang tidak diketahui oleh banyak orang bahwa ternyata radiasi adalah sudah menjadi bagian dari hidup kita. Hampir tidak ada satu kegiatan manusia di muka bumi ini yang luput dari yang namanya radiasi ini.

Mulai Matahari yang tiap hari menyinari bumi, merupakan salah satu contoh sumber radiasi alam yang selalu dimanfaatkan manusia sejak dulu. Mulai dari menjemur pakaian, bahkan sampai membangkitkan listrik dengan menggunakan solar cell. Televisi yang merupakan sumber informasi dan hiburan juga merupakan media yang dapat mengeluarkan radiasi sebesar 1 milirem pertahun. Oven microwave yang kita gunakan untuk memanggang masakan ataupun beraneka kue memiliki radiasi dengan frekuensi berkisar antara 0.03 s.d. 300 GHz, lebih tinggi dari frekuensi radio akan tetapi lebih rendah dari sinar infra merah.Nasi yang kita makan tiap hari adalah berasal dari beras bibit unggul yang merupakan hasil dari aplikasi radiasi buatan manusia. Bahkan di setiap nafas yang kita hirup mengandung pula radiasi alam meskipun jumlahnya sangat kecil.

Sinar X yang merupakan salah satu dari jenis sinar radioaktif, begitu dibutuhkan oleh para ahli medis untuk mendiagnosa tentang kondisi tulang pasien yang patah, sehingga dapat diambil langkah efektif untuk memberikan tindakan medis kepada pasien.

Untuk membahas lebih lanjut, kita harus mengerti terlebih dahulu definisi dari radiasi. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.

Radiasi secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu

  • Radiasi pengion adalah radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan materi. Yang termasuk dalam jenis radiasi pengion adalah partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar-X dan neutron. Setiap jenis radiasi memiliki karakteristik khusus.
  • Radiasi Non-Pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek ionisasi apabila berinteraksi dengan materi. Radiasi non-pengion tersebut berada di sekeliling kehidupan kita. Yang termasuk dalam jenis radiasi non-pengion antara lain adalah gelombang radio (yang membawa informasi dan hiburan melalui radio dan televisi); gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone); sinar inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk panas); cahaya tampak (yang bisa kita lihat); sinar ultraviolet (yang dipancarkan matahari).

Dari sini kita mampu memahami, bahwa radiasi yang berbahaya adalah radiasi pengion yang mampu mengionisasi molekul - molekul di dalam tubuh kita. Namun tentu tidak serta merta semua radiasi pengion itu berbahaya. Dalam jumlah kecil, radiasi jenis ini tidak bisa menendang elektron - elektron dalam molekul kita sehingga tidak berbahaya bagi tubuh kita.

Ibarat Api, dalam jumlah yang terukur dan mampu dikendalikan, radiasi sangatlah bermanfaat bagi manusia. Namun dalam jumlah besar dan tak terkendali, radiasi bisa sangat berbahaya bagi manusia dan alam sekitarnya. Karena itulah diperlukan pengetahuan dan ilmu tentang radiasi sehingga kita dapat mengatasi bahaya dari radiasi dan mampu memanfaatkannya secara sebesar - besarnya bagi kehidupan manusia.

Radiasi memiliki sifat yang tidak dapat dirasakan, diraba atau bahkan dilihat oleh panca indera kita. Karena itulah tidak ada jalan lain untuk mengetahui dan mendeteksi radiasi selain menggunakan Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. Karena pada saat ini saya juga menerima mata kuliah yang sama yaitu ADPR (Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi). Maka tidak ada salahnya, jika di dalam media ini saya akan berbagi ilmu kepada semua pembaca.

Tulisan saya ini sekaligus sebagai tulisan pembuka tulisan - tulisan saya berikutnya yang bertemakan radiasi. Dalam tulisan saya yang berikutnya, tentu saya tidak asal ngawur dalam memaparkan keterangan, namun tentu berdasarkan referensi - referensi yang cukup bisa untuk dipertanggungjawabkan. Beberapa buku referensi yang saya gunakan adalah

  • Mengenal Asas Proteksi Radiasi Oleh Suwarno Wiryosimin Terbitan ITB Bandung
  • Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir yang ditulis oleh Ridwan M. Prayoto, Marsongko Hadi, dkk. Yang diterbitkan oleh Badan Tenaga Atom Nasional, tahun 1986
  • Introduction to Health Physics oleh Herman Cember terbitan Pegamon Press inc. Dan sekarang sudah tersedia edisi terjemahannya yang diterbitkan oleh IKIP PGRI dengan judul Pengantar Fisika Kesehatan
  • Radiation Detection and Measurement yang ditulis oleh Glenn F. Knoll dan diterbitkan oleh John Willey & Sons Inc. Tahun 1979
  • Measurement and Detection of Radiation oleh Nicholas Tsoulfanidis. Yang diterbitkan tahun 1981 oleh Hemisphere Publishing to Corporation.

Semoga serial tulisan saya tentang radiasi ini nantinya bisa bermanfaat, bagi pembaca dan juga bagi masyarakat luas. :wink:

Tags: , , , , , , , ,

Bagaimana Mungkin..


Written on 16 September 2008 – 12:42 pm | by Tedy

Purnama malam ini, mengingatku padamu. Lembut sinarnya adalah lembutnya perilakumu. Indah cahayanya adalah indah jiwamu. Dan keelokannya ialah keelokan parasmu.

Bagaimana aku harus melupakanmu, jika setiap partikel di sekitarku meperbincangkan keanggunanmu? Bagaimana mungkin aku bisa bersembunyi, jika sinar lembutmu menerangi seluruh arcapada ini? Dan bagaimana mungkin aku tidak akan menjadi gila jika setiap hariku selalu mengingat dirimu? Seorang gadis yang bermata indah yang memiliki wajah bak mentari pagi yang bersinar cerah, yang sinanrnya mencoba menggapai balik bukit untuk memecah kegelapan.

Jangan salahkan aku akan semua ini. Pemikiran logisku terbius di hadapanmu. Akal sehatku terkunci saat membicarakanmu. Semua apa yang mengalir dalam nadiku hanyalah darahmu. Setiap yang masuk ke dalam alveolusku adalah nafasmu.

Maafkanku akan semua ini. Sungguh aku tak mampu mengendalikan semuanya…

Tags: , ,

Bangsa Indonesia: Bangsa Pemimpin Dunia!!


Written on 10 September 2008 – 9:26 pm | by Tedy

Sungguh, seharusnya kita bangga karena bangsa kita merupakan bangsa yang besar yang memiliki jiwa besar dan rendah hati yang tidak mampu di miliki bangsa - bangsa lain di dunia. Bangsa kita tidak hanya bangsa pilihan yang unggul, namun lebih dari itu - dari konteks pemikiran, bangsa kita adalah bangsa terdepan yang selalu beberapa langkah lebih maju daripada bangsa - bangsa lain di muka bumi ini.

Di seluruh dunia, para pakar ilmu sosial, ekonomi, politik, dan kebudayan telah terjebak kepada pemikiran salah akan bangsa ini. Seluruh dunia membayangkan Indonesia merupakan negara dengan kampung - kampung kumuh di tepi sungai, busung lapar, korupsi dan berbagai macam bencana alam yang tak kunjung henti

Padahal sebenarnya, tidak ada bangsa di seluruh dunia yang lebih bahagia dari pada bahagianya penduduk indonesia. Tak ada masyarakat yang berpesta dan tertawa-tawa, jagongan, serta segala macam kehangatan yang melebihi kebiasaan masyarakat kita. Tidak ada di dunia ini anggaran biaya pakaian dinas pejabat melebihi apa yang ada di Indonesia. Import kendaraan, dan alat elektronik disini pasti akan dijamin laku terbeli, berapa kontainerpun yang mereka datangkan ke negeri ini.

Masyarakat Internasional menyangka kita sedang krisis, padahal berita tentang krisis moneter itu adalah suatu ungkapan kerendahan hati dari kita. Masyarakat Internasional sering tidak memahami retorika budaya masyarakat kita. Kalau ada yang mengatakan “marilah mampir ke gubug saya” . Mereka pasti menyangka kita benar-benar memiliki gubug, padahal rumah kita adalah istana, yang gubernur argentina dan Menteri di Mesirpun tidak memiliki apa yang kita miliki ini.

Kalau masyarakat kita mengatakan bahwa kita sedang dilanda krisis, sebenarnya ungkapan itu menggambarkan sikap masyarakat kita yang tawadhu sosial, suatu sikap yang menghindarkan diri dari sifat sombong. Jika pemerintah kita berhutang milyaran dolar, sebenarnya itu adalah suatu strategi agar kita disangka miskin. Itu sebuah taktik agar dunia meremehkan kita. Karena masyarakat kita mempunyai prinsip religius bahwa semakin kita direndahkan oleh sesama manusia, maka semakin tinggi derajat kita di hadapan Allah. Semakin kita dihinakan manusia di muka bumi, semakin mulialah posisi kita dilangit.

Dahulu, ketika bangsa ini memiliki seorang Presiden buta, semua masyarakat internasional mengejek

“Apakah 300 juta masyarakat indonesia tidak lagi mempunyai seorangpun yang mampu jadi presiden, sampai-sampai harus mengangkat seorang pimpinan pesantren menjadi presiden?”

Dan ketika ada seorang wanita yang menjadi Presiden negeri ini, mereka juga mencemooh:

“Apakah Masyarakat Indonesia 99%nya adalah wanita, sehingga tidak ada satupun laki - laki yang bisa menjadi Presiden?”

Sungguh sebuah ironis, jika masyarakat internasional yang katanya lebih terpelajar dan beradab ternyata hanya memiliki pemikiran yang linier dan tingkat kecerdasan yang tidak bisa diandalkan. Mereka tidak memiliki sikap budaya seperti sanepo, misalnya. Juga tak punya pekewuh. Kita sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan tinggi dan berperadaban unggul - tidak akan pernah memilih suatu sikap sosial yang gemedhe ataupun adigang adigung adiguna. Kita tak akan pernah mau pamer keunggulan kepada bangsa lain, dan disitulah letak keunggulan budaya kita. Kita tidak akan mencari kepuasan hidup dengan melalui sikap ngendas-ngendasi bangsa lain, seperti yang mereka lakukan. Kita adalah bangsa yang memiliki kemuliaan batin karena sanggup memprakekkan budaya andap asor, budaya rendah hati.

Bukan hanya di bidang politik, dan sosial. Di Bidang Olahrgapun juga demikian, Tim nasional sepakbola kita pun dirancang sedemikian rupa sehingga jangan sampai menang atas kesebelasan bangsa-bangsa lain. Sudah berpuluh-puluh tahun kita mempraktekkan filosofi ngalah kuwi dhuwur wekasanane, mengalah itu luhur derajatnya.

Tidak hanya itu. masyarakat negeri ini juga memiliki sebuah konsep wibawa yang tidak mampu ditandingi bangsa lain di seluruh dunia. Malaysia yang merupakan negara tetangga kita itupun sudah mulai kehilangan wibawa. Anda tidak akan pernah bisa menemukan orang Malaysia yang mempunyai wibawa, seperti apa yang orang - orang kita punya. Datanglah ke malaysia dan berdiri tegaplah dengan tangan bersedekap sambil memandang tajam ke orang-orang di sana. Saya yakin, tidak akan ada orang yang berani menatap balik anda. Namun, coba jika hal tersebut anda lakukan di Indonesia, misalnya di pasar Tanah Abang. Saya bisa menjamin tidak lebih dari 5 menit akan terjadi pertengkaran.

Orang - orang etnis cina dari Jakarta atau Surabayapun memiliki kewibawaan yang sangat tinggi. Jika mereka pergi ke Hong Kong, mereka sangat unggul dibanding orang Cina asli. Mereka bisa teriak-teriak ala Jakarta, Siapa lu! atau ala Surabaya dengan suara keras, Yo opo, rek!

Kenapa? Karena mereka telah unggul dalam kewibawaan karena sudah terlatih di Indonesia. Sebab di Cina asli semua orang baik, tertib, dan lugu. Namun bagaimana jika di Indonesia? Siapa yang menjamin hidupmu? Anda harus liar di sini. Dirampok atau tidak, anda mesti bertanggungjawab sendiri karena tidak ada perlindungan. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk hidup di negeri Indonesia ini selain menjadi pendekar.

Pemerintahan negeri inipun adalah pemerintahan yang paling mudah, sebab rakyatnya adalah rakyat yang paling mandiri di seluruh dunia. Bencana yang begitu dahsyatnya bisa dihadapi dengan tenang dan dengan sikap bersyukur. Bagaimana kalo dibelahan bumi lain? di Amerika misalnya, Badai Katerina yang melanda California membuat orang-orang di sana panik dan marah-marah kepada pemerintah Amerika. Mereka mendemo pemerintahnya yang tidak antisipatif dan tidak becus mengurusi masalah bencana alam itu. Begitu pula bencana badai di New Orleans yang tidak ada sekukunya Tsunami di Aceh menyebabkan terjadinya dehumanisasi total dan pemerintahnya dikritik habis-habisan. Coba lihat di indonesia, mana ada masyarakat indonesia yang cengeng seperti itu? Kebijakan menaikkan harga BBM hanya akan menyebabkan gejolak sosial yang sejenak, namun setelah itu rakyat akan kembali tenang-tenang saja, jalan­-jalan akan tetap macet penuh mobil seolah kenaikan harga BBM tidak mempengaruhi konsumsi bensin mereka. Pemerintah telah silih berganti serta naik dan turun, tetapi rakyat tetap stabil seperti biasa.

Potensi yang dimiliki bangsa ini sangat besar untuk digali sehingga bangsa kita bisa tampil dalam panggung kepemimpinan dunia. Masyarakat Indonesia memiliki budaya yang kuat, iman yang kuat, dan tawakkalnyapun juga kuat, namun sayang kurang serius dalam berilmu. Namun itu bukan berarti bodoh. Ilmu yang serius bisa berarti mau mempelajari bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia itu bangsa yang hebat dan begitu hebatnya sampai - sampai ketika menjadi malaikat, akan menjadi malaikat yang pintar dan ketika menjadi setan, akan menjadi setan yang juga tidak kalah jagoan.

Sehingga yang namanya Indonesia itu adalah negeri yang kontraversial. Di lain pihak seperti terlihat miskin dan dilanda krisis, namun sungguh kita tidak bisa menemukan tingkat kemewahan hidup melebihi orang-orang yang ada di Indonesia ini. Ilmu yang serius bisa juga berarti menyadari bahwa hanya bangsa yang besar yang diberi ujian beruntun dan mau menjadikan kejadian - ­kejadian yang ada sebagai pembelajaran untuk menjadi kekuatan dan untuk bersiap menyambut masa depan: yaitu Menjadi bangsa yang memimpin jagad raya.

Inspirated :

Petruk Mencari Jati Diri

Tags: , , , , , , ,

Semoga Saya Keliru..


Written on 8 September 2008 – 2:27 pm | by Tedy

Ini adalah hari - hari pertama puasa, sambutan riuh rendah menyambut datangnya bulan sucipun begitu terasa.Tidak terkecuali di jagad hiburan, beramai - ramai para band dan penyanyi menerbitkan album relijiusnya. Artis yang dulunya berani tampil buka - bukaan sekarang berlaku agamis. Production House juga beramai - beramai melucurkan sinetron (yang katanya) Islami. Diskotik dan pub mulai membatasi jam bukanya. Razia polisi dan satpol pp hampir setiap hari mewarnai acara berita di televisi.

Hampir 90% lebih Masyarakat Indonesa adalah muslim. Ini menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara dengan jumlah muslim terbesar di seluruh dunia. Di bulan Ramadhan, puluhan bahkan ratusan juta masyarakat Indonesia berpuasa di siang hari dan menjalankan shalat tarawih pada malam harinya. Sebuah jumlah yang sungguh luar biasa. Namun itu semua sungguh kontras jika melihat kondisi negara kita yang carut marut sekarang ini, korupsi meraja-rela tidak henti - hentinya dan kemiskinan masih terlihat dimana - mana.

Apakah sebab semua ini? Bukankah bulan ini adalah bulan yang penuh berkah? Jika ratusan juta muslim di indonesia dengan sungguh - sungguh bermunajat untuk negara ini. Maka saya bisa membayangkan, bahwa negeri ini benar - benar dilimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan. Tidak ada jurang pemisah terlalu lebar antar si kaya dan si miskin. tak ada lagi anak putus sekolah karena tak mampu membayar SPP. Tak ada lagi anak - anak yang mati karena gizi buruk. Dan tidak ada lagi antrian minyak tanah dan elpiji di setiap kota.

Apakah puasa dan tarawih yang kita lakukan hanya sekedarmenjadisebuah seremonial belaka? Apakah Bulan Ramadhan ini hanyalah menjadi sebuah panggung sandiwara dimana kita beramai - ramai mengenakan topeng kesalehan palsu kita dan beramai - ramai pula melepaskannya kembali ketika Ramadhan usai?

Saya berharap dugaan saya keliru dan saya berharap semoga ibadah yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini benar - benar di ridhai oleh Allah. Sehingga kita mampu terlepas dari zaman lingsir wengi negeri ini dan menemui cahaya terang di lorong gelap yang sedang kita lalui.

Tags: , , , ,

Maafkanku Selalu


Written on 1 September 2008 – 12:40 pm | by Tedy

Maafkanku kali ini, karena tak bisa melupakan dirimu, meski hanya sesaat. Seluruh Nadiku serasa akan pecah bila aku merindukanmu. Engkau seakan masuk ke setiap sunsum tulangku dan meracuni setiap nafasku.

Maafkan aku jika aku tak sanggup berucap padamu. Karena Sebagaimana Allah membuat jiwa - jiwa kita sebagai tawanan tubuh - tubuh kita, demikian juga rasa ini juga membuatku sebagai tawanan dari kata - kata dan bahasa.

Maafkan aku jika tak mengatakan cinta padamu. Karena kata Cinta tidak akan pernah bisa untuk mengungkap perasaanku ini. Apa yang kurasa, tak akan pernah bisa terungkap oleh seribu kata dari jin dan manusia.

Maafkan aku, karena berbicara kepadamu dalam orang kedua. Karena engkau adalah diriku yang lain., belahan jiwa, yang tidak aku miliki sejak kita muncul dari tangan rahasia Tuhan.

Maafkanku karena selalu meminta maaf padamu..

Maafkan aku selalu kasihku….

Tags: , ,

Meramal Nasib


Written on 29 August 2008 – 10:48 am | by Tedy

Sehabis shalat isya’, seperti biasa saya menyalakan radio jadul yang ada di kos saya. Ga ada pilihan lain untuk mendapatkan informasi dan hiburan di situ selain dari radio itu. Maklum, hanya itulah sumber informasi dan hiburan yang saya punya. :mrgreen: Waktu itu, si penyiar sedang membawakan acara ramalan buka kartu yang memang menjadi acara mingguan dari stasiun radio tersebut.

Dalam acara tersebut, dilakukan interaktif antara peramal dengan pendengar baik melalui sms maupun lewat telepon. Biasanya penelpon atau pengirim sms akan menanyakan masalah pribadinya mulai dari soal asmara, usaha, keuangan, kesehatan dll. Lalu kemudian sang peramal , memberi jawaban dari permasalahan yang dihadapi oleh penanya. tentu dengan sebelumnya membuka - buka kartu tarot yang dimilikinya.

Lucunya, tidak hanya masalah - masalah umum yang ditanyakan di acara itu, namun masalah - masalah pribadi - yang sebenarnya (menurut saya) tidak perlu ditanyakan - juga di tanyakan dalam acara itu. Seperti, pada edisi kemarin, saat penanya menanyakan tentang cowok mana yang seharusnya dia pilih menjadi pacarnya? Kemudian ada juga pertanyaan demikian

Jika saya lulus nanti, sebaiknya saya nerusin kuliah, atau langsung kerja? Jika kuliah, saya cocoknya berkuliah dimana? Jurusan apa?

Bagaimana dengan pekerjaan saya? apakah saya akan tetap bekerja di sini? atau berwirausaha?

Mendengar pertanyaan - pertanyaan semacam ini saya hanya heran dan geleng - geleng kepala. Apalagi setelah memperhatikan bahwa begitu antusiasnya respon yang masuk, meskipun acara tersebut selalu hadir setiap minggu.

Memang menarik jika kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi di esok hari. Karena itulah ramal - meramal menjadi sebuah fenomena tersendiri di negeri ini. Surat kabar harian, tabloid ataupun majalah mingguan tidak pernah ketinggalan untuk menyajikan rubrik zodiak. Bahkan kebanyakan kita ( termasuk saya sendiri ) menjadikan rubrik ini menjadi prioritas utama untuk kita baca. Masalah apakah ramalan itu benar atau tidak itu sih urusan lain. Namanya juga iseng!! :mrgreen:

Tiap tahun juga begitu, stasiun - stasiun televisi berbondong - bondong mendatangkan para peramal “terkenal” untuk memberikan ramalannya tentang keadaan politik, sosial, ekonomi, dan sebagainya yang akan terjadi di negeri ini pada setahun kedepan. Apapun hasil ramalannya, tentu tetap menarik untuk diperdengarkan. Dan sebagian kita pasti mengingatnya, dan mencoba mencocokkan dengan yang terjadi nanti, apakah ramalan tersebut terbukti atau tidak.

Yang menakutkan adalah jika ramal - meramal ini sudah menjadi hal yang serius dan bukan hanya sebagai sekedar perbuatan iseng belaka. Mungkin hal ini disebabkan oleh ketidakpercayaan diri orang tersebut dalam menjalani hidup ini, dan hanya mendasarkan hidup ini pada garis nasib. Mereka hidup yang hanya mendasarkan nasib boleh diibaratkan bak menebak bayi dalam kandungan. Jadilah hidup ini sebagai sebuah spekulasi yang tak masuk akal. Akibatnya terjadilah kebiasaan mengundi nasib dengan perjudian atau mendatangi tukang ramal.

Sebagai orang yang beriman tentu kita harus percaya bahwa nasib dan rejeki itu berada dalam kekuasaan Allah. Namun di sisi lain kita harus ingat bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak berusaha mengubahnya sendiri. Jadi sungguh ironis, jika kadang - kadang ada orang yang hanya berlindung pada takdir Allah namun dirinya enggan berusaha. Mereka mungkin lupa atau belum paham betul apa yang dimaksud dengan Takdir Allah, sehingga anggapan yang salah ini malahan melemahkan jiwa mereka.

Hidup yang penuh spekulasi akan menimbulkan kekhawatiran pada diri kita, sedang menurut agama “Rasa khawatir adalah pertanda lemahnya iman”. Banyak sekali orang yang stress, dan karena cemas atau khawatir yang berlebih - lebihan yang mungkin ini bisa disebabkan karena kita kehilangan apa yang disebut keyakinan, baik keyakinan pada diri sendiri maupun keyakinan atas campur tangan Allah dalam hidup kita.

Jika keyakinan dalam hati lenyap, maka ini menimbulkan rasa rendah diri dan tidak berdaya sama sekali. Hatinya selalu saja khawatir akan nasibnya yang dianggap tidak menentu. Dia selalu was - was dalam menyongsong hari esok, kecemasan demi kecemasan yang tak beralasan datang menghantui silih berganti. Ini akhirnya akan mendorong orang ke sebuah lingkaran rasa takut.

Untuk menghilangkan semua perasaan khawatir, was- was dan semacamnya yang pada akhirnya hanya mendekatkan kita pada syirik, kita harus yakin bahwa Allah telah membagikan rejekinya kepada kita semua. Bukankah semua makhluk dari gajah sampai sekecil amoeba telah mendapatkan jaminan dari Allah berupa rejeki? Apalagi kita sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran serta potensi yang luar biasa maka tentu rejeki akan mudah diperoleh, lalu untuk apa mempercayai kartu?

Dan tiada suatu hewan melata di bumi ini, kecuali telah dijamin rejekinya oleh Allah. Dan Dia mengetahui pasti tempat tinggal/kediamannya, serta tempat penimbunannya. Semuanya ditulis dalam kitab yang nyata yaitu Lauhl Mahfudh”

QS. Hud : 6

Setelah kita berusaha dengan keyakinan diri hendaknya juga diiringi dengan tawakkal sehingga tidak ada rasa khawatir dan was - was yang meracuni dalam hati.

Dan Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, pasti Allah mencukupi keperluannya.

QS. Ath Thalaq :3

Yah, semoga tulisan saya yang ngaco ini :mrgreen: bisa bermanfaat untuk mengingatkan diri saya sendiri, dan semoga saja orang lain juga merasa diingatkan, Namun jika tidak, juga tidak mengapa. :mrgreen:

Tags: , , , , , , , , ,

Ngalor - Ngidur Tentang Teknologi


Written on 29 August 2008 – 8:35 am | by Tedy

Kemarin sore, saya iseng - iseng pergi ke warnet sebelah kosan, untuk sekedar browsing dan mencari informasi. Ketika saya sampai di depan wanet, terlihat banyak kendaraan yang terparkir di sana. “Hm..Mungkin didalam penuh” Gumamku dalam hati. Sayapun masuk dan menanyakan apakah ada komputer yang kosong. Sang wanita penjaga warnet melihat sebentar pada monitor sambil memainkan mousenya. Kemudian dia berkata “Penuh mas“.

Karena penuh, maka terpaksa saya harus mengantre untuk mendapat giliran, Sayapun duduk di sofa yang letaknya berada di depan meja operator. Sembari menunggu sayapun membolak - balik tabloid infotainment yang kebetulan tergeletak di depan, sambil sesekali melihat wajah manis si penjaga warnet yang sedang asyik dengan komputernya. Tampak dia senyam - senyum dan cengengesan sendiri dengan monitor komputer di depannya dan tidak menyadari bahwa ada monster yang sedang mengintainya dari dekat. ha ha ha ha :twisted:

Namun kali ini, bukan si gadis penjaga warnet yang membuat saya keheranan. Tapi perilaku anehnya yaitu sering mesam - mesem sendiri pada monitor komputer. Apakah mungkin tidak ada cowok yang lebih cakep, sehingga dia naksir monitor? :lol: jawabannya jelas tidak. Lalu apa? Mungkin saja dia sedang asyik chating dengan teman mayanya di london atau di Bantul sono. Mungkin melihat perilaku tersebut orang pasti akan mahfum dengan segera. Namun bagaimana jika0 kelakuan ini terjadi pada tahun 1990? Pasti orang yang melihatnya akan geleng - geleng kepala, sambil mengurut dada. Tanda prihatin

Saya jadi teringat, pernah ada seorang guru yang waktu itu sedang bertugas menjaga anak didiknya mengerjakan soal ujian. Si guru mesam - mesem sendiri sembari memperhatikan sesuatu di dalam tasnya. Tentu, melihat tingkah laku gurunya seperti ini, si murid hampir bisa memastikan bahwa gurunya sedang ber-SMSan ria. Saking asyiknya, sang guru tidak sadar, bahwa ada salah satu murid yang saling berkirim jawaban kepada temannya dengan teknologi yang sama. Namun bayangkan jika hal yang sama terjadi pada 10 atau 15 tahun yang lalu, Pasti si murid akan mengira gurunya yang tercinta sedang dilanda tekanan batin yang mendalam dari konflik rumah tangganya.

Yah, teknologilah yang membuat hal yang dulunya aneh, menjadi tidak aneh lagi. 20 tahun yang lalu, orang merasa aneh ketika melihat komputer, bahkan mungkin suku pedalaman akan mengiranya sebuah kotak mistis tempat menghuninya para dewa - dewa. Namun sekarang, justru orang akan terlihat aneh jika tidak mengenal semuanya itu.

Sekarang orang sudah terbiasa menggunkan handphone, padahal 10 tahun yang lalu, handphone merupakan barang miliknya orang kaya, miliknya orang wah. Namun kini, dari tukang bakso, penjual mi keliling, penjaga warung sampai mahasiswa, hingga pejabat tinggi dan pengusaha, rata - rata memiliki handphone di saku celananya. Tapi masalah handphone type, merek dan isi pulsanya berapa itu sih urusan belakangan. :lol:

Setelah demam handphone dimana - mana, sekarang mulai menjangkit demam laptop. Sudah bukan barang baru lagi, (meskipun masih terkesan mewah bagi beberapa orang) jika kita jumpai orang menenteng atau memainkan laptopnya di sudut - sudut kampus ataupun di tempat -tempat yang menyediakan hotspot. Entah masalah gengsi, gaya-gayaan, atau bagian dari gaya hidup, saya sendiri ngga ngerti. Tapi, mungkin saja, beberapa tahun yang akan datang, laptop sudah menjadi bagian dari kebutuhan dari hidup ini, dan mungkin akan kita jumpai tiap orang, mulai dari SD sampai kakek -nenek sedang asyik berinternet ria dengan laptopnya di arena - arena hotspot.

Namun sayang sekali, dari kesemuanya itu saya prihatin, karena bangsa kita masih dalam taraf pemakai dan konsumen teknologi, belum ke taraf produsen dan pengembang dari teknologi. Seharusnya kita tidak berbangga diri dengan teknologi yang ada di depan kita, karena itu bukanlah milik kita, tapi milik orang lain yang dijual ke kita. Indonesia yang berpenduduk banyak ini merupakan pasar yang besar bagi negara - negara kecil di eropa dan jepang. Kita sebagai bangsa telah di cekok’i dengan pola pikir dan gaya hidup modern yang bermacam - macam dan aneh - aneh yang pada akhirnya hanya menghilangkan produktivitas kita sebagai bangsa.

Saya berharap itu semua tidak terjadi, dan jika memang telah terjadi, semoga segera berlalu…

Tags: , , , , , , ,

Marilah Kita Bercita


Written on 27 August 2008 – 3:49 pm | by Tedy

Aku menuliskan kata - kata ini dalam margin - margin pikiranku. Membuka semua rasa yang sempat tersimpan rapi, membuka semua pintu hati yang dulu terkunci, dan membongkar semua rahasia yang pernah tersembunyi dalam dada ini. Masih kudengarkan pelan, rintihan semak belukar yang tercabut dari akarnya. Menghembuskan kesedihan yang memenuhi seluruh relung dalam tulang rusukku. Masih kulihat pula, suara tangisan sepi bintang yang terbuang dalam pekatnya zaman.

Telah kutitipkan seluruh akal dan jiwa yang dulu masih tersisa. Telah kujelajahi pula seluruh penjuru bumi. Dan telah kuselami setiap inchi samudera yang luas terbentang. Kini ku lelah, harus berlarian kesana - kemari. Namun, ternyata semua itu hanya untuk sesuatu yang tidak pasti dan tidak berarti. Sungguh mati, semua itu adalah kesia - sian belaka yang tak bermakna.

Suatu ketika ku sampai di ujung gelisahku, tanpa pernah kusangka sebelumnya, aku bertemu dengannya. Seorang gadis yang sekian lama telah tak kulihat parasnya. Gadis yang kecantikannya tak pernah mampu disembunyikan meskipun oleh seluruh jin dan manusia. Yang senyumannya tak akan pernah pudar meskipun ditelan zaman. Dan yang pesonanya selalu mampu mempesona seluruh jagad raya dan segala isinya.

Tahukah kau, duhai Sahabat hati. Siapakah gadis yang telah membuatku jatuh hati ini? Sungguh, ini adalah rahasia diantara kita berdua. Jangan pernah mengungkapkannya pada siapapun. Karena dia sangatlah pemalu dan anggun. Dia tiada duanya di dunia ini.

Gadis itu bernama Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan. Selamat datang duhai Ramadhan tercinta, setelah sekian lama engkau meninggalkanku sendirian. Sekarang kuingin melepas seluruh rinduku bersamamu. Marilah kita bercinta. Melepaskan seluruh rasa yang sekian lama telah tertunda.

Tags: , , , , ,

PLTN Menggugat!!


Written on 26 August 2008 – 2:01 pm | by Tedy

Suatu waktu, ketika saya sedang asyik bergoogling ria tiba - tiba saya menemukan gambar ini

Ini adalah gambar sekumpulan orang yang sedang berekreasi di daerah pantai yang letaknya berdekatan dengan 2 unit PLTN Vandellos (gambar Belakang) di Hospitalet del Infant dekat dengan Tarragona. Spanyol.

Kemudian gambar di bawah ini menunjukkan sebuah keluarga yang sedang berekreasi di sebuah pantai di Kenting Cina, Yang merupakan kawasan PLTN (belakang).

Lalu pasti timbul pertanyaan. Apakah orang - orang itu tidak takut akan radiasi dari PLTN yang berada di dekatnya?

Lalu jawab saya

“Tanyakan saja pada GETON ( Gerakan Tolak Nuklir), MANI (Masyarakat Anti Nuklir), atau barangkali Greenpeace Indonesia yang sampai saat ini terus - terusan ngeyel menakut-nakuti masyrakat sehingga mereka terkena Nuclearphobia. Kalau memang PLTN berbahaya, mengapa orang - orang yang ada di foto itu mau mengorbankan hidup dan masa depan mereka dengan berekreasi di pantai yang bersebelahan dengan PLTN tersebut? Apakah tidak ada tempat rekreasi lain?

Pasti kaum anti Nuklir akan mengelak dengan jurus lama :

“Foto itu pasti telah direkayasa”

Maka jawab saya

Minta saja Roy Suryo mengecek keaslian foto itu? :lol:

pasti Roy Suryo bilang

Foto ini Asli!!

Maka pasti tidak ada kesimpulan lain selain mengatakan PLTN adalah aman bagi lingkungan dan tidak ada alasan untuk menolak PLTN. Saya akan memberikan alasannya yang terangkum dalam tabel dibawah ini

Bisa dilihat bahwa radiasi yang diterima karena tinggal di PLTN adalah sangat kecil (1 milirem per tahun) bahkan lebih kecil dari radiasi alami yang dikeluarkan tubuh anda sendiri (sebesar 40 milirem)

Agar lebih jelasnya, marilah membaca tulisan saya yang lampau.

Nuklir, apa itu?

Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 1)

Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 2)

Mengapa Menolak PLTN ? ( Bagian 3 )

Menjawab Keraguan akan SDM Nuklir Indonesia

Memang, Seharusnya tidak ada alasan lagi untuk alergi terhadap Nuklir, karena PLTN adalah merupakan sebuah solusi pemenuhan krisis energi kita yang ramah lingkungan. Kalau saja seandainya mereka ( aktivis lingkungan hidup,pen ) serius terhadap pencegahan Global Warming. Mengapa bukan PLTU yang dijadikan sasaran unjuk rasa?

Seperti yang telah diketahui bahwa Pemakaian batubara sebagai bahan bakar dapat menimbulkan polutan yang mencemari udara berupa

1. gas SOx (oksida-oksida belerang) yang dikenal sebagai sumber gangguan paru-paru dan berbagai penyakit pernafasan.
2. gas NOx (oksida-oksida nitrogen),, yang bersama dengan gas SOx adalah penyebab dari fenomena “hujan asam” yang terjadi di banyak negara maju dan berkembang, terutama yang menggantungkan produksi listriknya dari PLTB. Fenomena ini diperkirakan membawa dampak buruk bagi industri peternakan dan pertanian.
3. gas COx (karbon monoksida) yang membentuk lapisan yang menyelubungi permukaan bumi dan menimbulkan efek rumah kaca (”green-house effect”) yang pada akhirnya menyebabkan pergeseran cuaca yang telah terbukti di beberapa bagian dunia.
4. partikel-partikel debu (fly ash) selain mengadung unsur-unsur radioaktif juga berbahaya bagi kesehatan jika sampai terhirup masuk ke dalam paru-paru.
5. logam-logam berat seperti Pb,Hg,Ar,Ni,Se dan lain-lain, yang terbukti terdapat dengan kadar jauh di atas normal di sekitar PLTU.

Patut dikaji pula dalam diagram berikut

Oh iya, baru - baru ini pemerintah mencanangkan pemercepatan pembangunan PLTU 10.000 MW dan rencananya akan selesei 2009. Ini kemudian akan disusul dengan pembangunan PLTU - PLTU berikutnya seperti di kalimantan dan di beberapa daerah lainnya. Kalau memang aktivis lingkungan memang concern, seharusnya ini menjadi masalah serius bagi mereka. Karena jika penggunaan batu bara meningkat, maka kita tentu sudah dapat memperkirakan dampaknya. Es di kutub akan mencair dan sebagian pulau jawa akan tenggelam :twisted:

maka ini yang seharusnya menjadi slogan yang mereka suarakan

Pada akhirnya saya berharap agar Insyafnya Patrick Moore, Sang Pendiri Greenpeace juga diikuti oleh para juniornya.

Semoga

Tags: , , , , , , , ,